Landasan Teori Inti Pelaksanaan Pembelajaran
Inti Pelaksanaan Pembelajaran
Sebagaimana
pendapat Suryosubroto (2002) dalam Tantini A.F, (2013:37) mengatakan bahwa “Pelaksanaan
pembelajaran adalah interaksi guru dengan murid dalam rangka menyampaikan bahan
pelajaran kepada siswa dan untuk mencapai tujuan pengajaran”.
Menurut
Masnur Muslich (2008) dalam Tantini A.F, (2013:37), “Kegiatan Belajar Mengajar
merupakan proses aktif bagi siswa dan guru untuk mengembangkan potensi siswa
sehingga mereka akan “tahu” terhadap pengetahuan dan pada akhirnya “mampu”
untuk melakukan sesuatu.
Menurut
Rusman (2010) dalam Tantini A.F, (2013:37) “Kegiatan pembelajaran di kelas
adalah inti penyelenggaraan pendidikan yang ditandai oleh adanya kegiatan
pengelolaan kelas, penggunaan media dan sumber belajar, dan penggunaan metode
dan strategi pembelajaran”. Semua tugas tersebut merupakan tugas dan tanggung
jawab guru yang secara optimal dalam pelaksanaannya menuntut kemampuan guru
yaitu sebagai berikut;
1.
Pengelolaan
Kelas. Kemampuan menciptakan suasana kondusif di kelas guna mewujudkan proses
pembelajaran yang menyenangkan adalah tuntutan bagi seorang guru dalam
pengelolaan kelas. Kemampuan guru dalam memupuk kerja sama dan disiplin siswa
dapat diketahui melalui pelaksanan piket kebersihan, ketepatan waktu masuk dan
ke luar kelas, melakukan absensi setiap akan memulai proses pembelajaran, dan
melakukan pengaturan tempat duduk siswa. Kemampuan lainnya dalam pengelolaan
kelas adalah peraturan ruang/setting tempat duduk siswa yang dilakukan
bergantian, tujuannya adalah memberikan kesempatan belajar secara merata kepada
siswa.
2.
Penggunaan Media
dan Sumber Belajar. Kemampuan lainnya dalam pelaksanaan pembelajaran yang perlu
dikuasai guru di samping pengelolaan kelas adalah menggunakan media dan sumber
belajar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan
pesan (materi pembelajaran), merangsang pikiran, segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan (materi pembelajaran), merangsang pikiran,
perasaan, perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses
pembelajaran Rusman (2010) dalam Tantini A.F, (2013:38). Sedangkan yang
dimaksud dengan sumber belajar adalah buku pedoman. Kemampuan menguasai sumber
belajar di samping mengerti dan memahami buku teks, seorang guru juga harus
berusaha mencari dan membaca buku-buku atau sumber-sumber lain yang relevan
guna meningkatkan kemampuan terutama untuk keperluan perluasan dan pendalaman
materi, dan pengayaan dalam proses pembelajaran. Kemampuan menggunakan media
dan sumber belajar tidak hanya menggunakan media yang sudah tersedia seperti
media cetak, media audio dan media audio visual. Tetapi kemampuan guru di sini
lebih ditekankan pada penggunaan objek nyata yang ada di sekitar sekolahnya.
Dalam kenyataan di lapangan guru dapat memanfaatkan media yang sudah ada seperti
globe, peta, gambar dan sebagainya, atau guru dapat mendesain media untuk
kepentingan pembelajaran seperti membuat media foto, film, pembelajaran
berbasis komputer, dan sebagainya.
3.
Penggunaan
Metode Pembelajaran. Kemampuan berikutnya adalah penggunaan metode
pembelajaran. Guru diharapkan mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran
sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Sebagaimana pendapat Rusman (2010) dalam
Tantini A.F, (2013:40) menjelaskan bahwa: “Setiap metode pembelajaran memiliki
kelebihan dan kelemahan dilihat dari berbagai sudut, namun yang penting bagi
guru metode mana pun yang digunakan harus jelas tujuan yang akan dicapai”.
Karena siswa memiliki interest yang sangat heterogen, idealnya seorang guru
harus menggunakan multimetode, yaitu memvariasikan penggunaan metode
pembelajaran di dalam kelas seperti metode ceramah dipadukan dengan tanya jawab
dan penugasan atau metode diskusi dengan pemberian tugas dan seterusnya. Hal
ini dimaksudkan untuk menjembatani kebutuhan siswa dan menghindari terjadinya
kejenuhan yang dialami siswa. Maka dapat disimpulkan pelaksanaan pembelajaran
adalah suatu interaksi antara guru dan siswa dalam rangka memperoleh,
mengaktualisasikan, atau mengembangkan potensi siswa yang ditandai oleh adanya
kegiatan pengelolaan kelas, penggunaan media dan sumber belajar, dan penggunaan
metode dan strategi pembelajaran. kemampuan guru melaksanakan pembelajaran
hendaknya tergambar dalam 7 kompetensi (kemampuan), yaitu:
a.
Menggunakan
metode, media dan bahan latihan yang sesuai dengan tujuan pengajaran
b.
Berkomunikasi
dengan siswa
c.
Mendemonstrasikan
khasanah metode mengajar
d.
Mendorong dan
menggalakkan keterlibatan siswa dalam pengajaran
e.
Mendemonstrasikan
penguasaan mata pelajaran dan relevansinya
f.
Mengorganisasi
waktu, ruang, bahan dan perlengkapan pengajaran
g.
Evaluasi dalam
Kegiatan
Menurut
Rusman (2010) dalam Tantini A.F, (2013:41) “Penilaian hasil belajar adalah
kegiatan atau cara yang ditujukan untuk mengetahui tercapai atau tidaknya
tujuan pembelajaran dan juga proses pembelajaran yang telah dilakukan”. Pada
tahap ini seorang guru dituntut memiliki kemampuan dalam menentukan pendekatan
dan cara-cara evaluasi, penyusunan alat-alat evaluasi, pengolahan dan
penggunaan hasil evaluasi. Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan
bahwa evaluasi pembelajaran diartikan sebagai suatu kegiatan pengumpulan
informasi tentang proses dan hasil belajar siswa untuk mengetahui tercapai atau
tidaknya tujuan pembelajaran.
Komentar
Posting Komentar