Makalah Instrumen Non Tes

 

MAKALAH INSTRUMEN NON TES OLEH VIGI FIRAWAN

 

 

BAB I PENDAHULUAN

 

A.        Latar Belakang

Perlu diketahui bahwa dalam proses penilaian hasil belajar peserta didik diperlukan metode atau teknik serta instrumen yang perlu diperhatikan dan disiapkan, agar nantinya tujuan pembelajaran dapat tercapai. Teknik dan instrumen yang digunakan ini yang akan memberikan informasi kepada guru terhadap keadaan dan prestasi yang dicapai oleh peserta didik.

Teknik dan instrumen penilaian hasil belajar yang dapat dikembangkan oleh guru dapat berupa penilaian jenis tes, non-tes, penilaian berbasis kelas, penilaian kinerja, dan juga penilaian portofolio. Berikut ini akan kami paparkan sedikit gambaran teknik, metode, dan instrumen penilaian yang dapat dilakukan oleh guru dalam mengevaluasi peserta didiknya. Sebagai seorang guru nantinya dituntut tidak hanya mampu untuk membuat instrumen penilaian hasil belajar peserta didik, tetapi mampu mengaplikasikan dan menggunakan instrumen penilaian tersebut.

 

B.        Rumusan Masalah

Berdasarkarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut;

a.         Apa Pengertian Asesmen non tes ?

b.         Apa Fungsi dari Asesmen non tes ?

c.         Apa-apa saja jenis asesmen non tes ?

 

C.        Manfaat Maklah

Tujuan dibuatnya makalah  ini untuk menamba wawasan dan pengetahuan untuk Mengenai Pengertian Asesmen Non Tes, Fungsi dari Asesmen non tes dan Apa-Apa Saja Jenis Asesmen Non Tes ?

 

BAB II PEMBAHASAN

 

Instrument penilaian merupakan sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang guru melaksanakan tugas atau mencapai tujuan dengan lebih efektif dan efisien. Secara sederhana penilaian dan pengukuran meruapakan komponen yang ada di dalam ruang lingkup evaluasi, dimana penilaian merupakan proses berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi, sedangkan pengukuran lebih khusus mengumpulkan informasi yang bersifat kuantitatif atas sesuatu.

Berdasarkan pengertian-pengertian diatas maka instrument asesmen jenis non-tes diartikan sebagai sesuatu yang digunakan untuk mempermudah pihak-pihak tertentu untuk memperoleh kualitas atas suatu objek dengan menggunakan teknik non-tes.

Penilaian non test adalah “penilaian pengamatan perubahan tingkah laku yang berhubungan dengan apa yang dapat diperbuat atau dikerjakan oleh peserta didik dibandingkan dengan apa yang diketahui atau dipahaminya”. Dengan kata lain penilaian non test behubungan dengan penampilan yang dapat diamati dibandingkan dengan pengetahuan dan proses mental lainnya yang tidak dapat diamati oleh indera.

Adapun menurut, pendapat Ismet Basuki dan Hariyanto (2016:5) Penilaian non test adalah penilaian yang mengukur kemampuan siswa secara langsung dengan tugas-tugas riil dalam proses pembelajaran. Contoh penilaian non test banyak terdapat pada keterampilan menulis untuk bahasa, percobaan laboratorium sains, bongkar pasang mesin, dan teknik.

 

Teknik penilaian non tes berarti melaksanakan penilaian dengan tidak menggunakan tes. Sedangkan teknik penilaian non tes tulis maksudnya adalah bentuk evaluasi non tes yang berbentuk tulisan atau non lisan.

Ada beberapa teknik dan alat penilaian yang dapat digunakan guru sebagai sarana untuk memperoleh informasi tentang keadaan belajar siswa. Penggunaan berbagai teknik dan alat itu harus disesuaikan dengan tujuan penilaian, waktu yang tersedia, sifat tugas yang dilakukan siswa dan banyaknya/jumlah materi pelajaran yang sudah disampaikan.

Teknik penilaian adalah metode atau cara penilaian yang dapat digunakan guru untuk mendapatkan informasi mengenai keadaan belajar dan prestasi peserta didik. Teknik penilaian yang memungkinkan dan dapat dengan mudah digunakan oleh guru antara lain:

 

1.         Presentasi kelas (Classroom Persentation)

Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak orang. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis. Tujuan dari presentasi bermacam-macam, misalnya untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu). Agar bisa pandai berpresentasi, bayak siswa atau mahasiwa yang sering kali belajar pada para pakar presentasi terutama ketika ada pembelajaran persentasi di kelas. 

Menurut pendapat Ismet Basuki dan Hariyanto (2016:9). Presentasi kelas  adalah suatu asesmen yang mengharuskan para siswa menyampaikan secara pariabel pengetahuannya tentang sesuatu subjek atau topik tertentu dari bahan ajar memilih dan menghadirkan contoh dari hasil karyanya yang telah selesai serta mengorganisasikan pemikiran untuk menyampaikan ringkasan dari pemahamannya tentang bahana ajar.

 

Lebih jelasnya bagi penulis Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan orang banyak dengan tujuan untuk menyampaikan pendapat, topik atau informasi. Adapun beberapa tujuan, Karakteristik, dan Metode dari presentsi yang dilakukan, diantaranya adalah sebagai berikut;

a.         Tujuan presentasi kelas

·           Menyediakan bagi penilaian sumatif tentang kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu proyek atau tugas bentuk karangan

·           Menilai siswa jika hasil tes tertulis siswa menunjukan pemahaman atau pengetahuan yang kurang sepadan atau siswa mengalami kesukaran untuk mengetahui pemahaman bahan ajar yang diuji.

 

b.         Karakteristik presentasi kelas

·           Dapat mengunakan bahan  nyata untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyatakan gagasan dan menampilkan bakatnya.

·           Dapat dirancang sebagai perangkat pengajaran bagi bahan ajar berikutnya. 

c.         Metode presentasi kelas

·           Guru bersama siswa atau guru sendiri merumuskan kriteria bagi penilaian persentasi (Misalnya berupa rubrik).

·           Guru memantau kemajuan siswa pada tiap tahap persentasi

·           Guru memberikan umpan balik berupa kata-kata atau umpan balik tertulis setelah persentasi

d.         Pertimbangan dalam implementasi presentasi kelas

·           Suatu bentuk asesmen yang alamiah terhadap kecakapan berbicara, kemampuan berdebat, serta kompetensi terhadappokok bahasan tertentu dalam pembelajaran.

·           Merupakan keterampilan kritis yang perlu diajarkan, diperaktikan, dinilai, dan evaluasi.

 

Format Penilaian presentasi

Petunjuk       

a.         Arti angka pilihan

1 = tidak jelas              3 = jelas

2 = cukup jelas                        4 = sangat jelas

b.         Berilah kesimpulan penilaian dengan menjumlahkan angka penilaian dan membaginya dengan 15

 

 

Topik                          :

Nama penyaji                       :

Penilai                                   :

 

No

Keterangan

Nilai

A.         

Pengorganisasian penyajian

 

1

Kesesuaian penyajian dengan topik (relevansi)

1

2

3

4

2

Penggunaan waktu penyajian secara efektif

1

2

3

4

3

Penyajian materi dilakukan secara teratur dan berurutan

1

2

3

4

4

Penampilan penyajian

1

2

3

4

5

Artikulasi penyajian

1

2

3

4

B.         

Komunikasi

 

6

Penyaji berbicara dengan jelas dan lancer

1

2

3

4

7

Penyajian menarik dan memotivasi

1

2

3

4

8

Menguasai bahan yang disajikan

1

2

3

4

9

Argumen menjawab pertanyaan

1

2

3

4

C.         

Materi

 

10

Keterbacaan (bahasa)

1

2

3

4

11

Kelengkapan isi

1

2

3

4

12

Kelengkapan konstruksi

1

2

3

4

13

Orisinilitas

1

2

3

4

14

Tampilan materi: estetika dan informatif (tampilan tayangan)

1

2

3

4

15

Daya implementasi

1

2

3

4

 

Kesimpulan : _____________ =   ...................

15

 

 

 

 

 

 

2.         Konferensi

Konferensi adalah rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.

Menurut pendapat Ismet Basuki dan Hariyanto (2016:57) komperensi merupakan pertemuan formal atau informal antara guru dengan seorang siswa atau orang tua siswa yang bermanfaat bagi berbagai macam tujuan pendidikan.

 

Dinegara negara-negara maju, komperensi merupakan sesuatu hal yang biasa dilakukian, terutama dilakukan disekolah-sekolah dasar dalam kaitan hubungan antara guru dengan orang tua, lalu apa tujuan konferensi, karakteristik konferensi, metode konferensi dan pertimbangan dalam implentasi konferensi adalah sebagaiberikut:

a.         Tujuan Konferensi

·           Saling bertukar gagasan atau berbagai informasi

·           Melakukan eksplorasi terhadap pemikiran siswa dan memberikan saran-saran bagi langka selanjutnya yang harus dilakukan siswa

·           Menilai tingkat pemahaman siswa terhadap sesuatu konsep atau prosedur ilmia tertentu

·           Memungkinkan siswa untuk bergerak maju dengan lebih berhasil terkait suatu tugas pembelajaran tertentu

·           Memungkinkan siswa untuk bergerak maju dengan lebih berhasil terkait suatu tugas pembelajaran tertentu.

·           Membantu siswa untuk menghayati kriteria suatu kerja yang berhasil baik

b.         Karakteristik Konferensi

·           Konferensi yang baik membutuhkan fokus diskusi yang jelas, misal terkai suatu tugas pembelajaran tertentu

·           Akan berhasil jika seluruh pihak yang terlibat dalam konferensi berbagai tangungjawab bagi keberhasilan pertemuan

·           Merupakan wahana bagi siswa mengeksplorasi konsep atau topik baru atau memberikan laporan kemajuan belajarnya

·           Dapat dilangsungkan secara rutin

·           Memerluka pencatatan informasi selama konferansi atau segera setelah konferensi selesai dilaksanakan

c.         Metode Konferensi

·           Guru datang ke konferensi dan siap dengan pertanyaan-pertanyaan spasifik yang harus dijawab siswa

·           Memberikan umpan balik pribadi dan membuat klarifikasi terhadap miskonsepsi

·           Memberikan kemudahan kepada siswa dan mendukung kemajuan siswa

·           Berfokus pada proses penalaran siswa

·           Memerlukan pencatatan informasi selama konferensi atau segera setelah konferensi selesai dilaksanakan

d.         Pertimbangan dalam Implentasi Konferensi

·           Merupakan bagian daripembelajaran kalaboratif atau sesuatu pengambilan keputusan

·           Lebih baik jika dibantu dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan lebih dahulu oleg guru

·           Menjadi bagian dari strategi penilaian formatif tentang keterlibatan siswa dalam suatu proyak pembelajaran atau kajian indepennden

·           Ada sejumlkah catatan pennting yang perlu diperhatikan guru sebagai pendidik profesional dalam menyiapkan konferensi.

 

3.         Pameran/Demonstrasi

Pameran/Demonstrasi adalah suatu bentuk kinerja dimana siswa menjelaskan, menerapkan suatu proses, prosedur, dan lain-lain, dengan suatu cara yang kongkret untuk mempertunjukan kecakapan indipidunya tentang suatu keterampilan tertentu atau kecakapan menguasi pengetahuan tertentu.

a.         Tujuan Pameran/Demonstrasi

·           Mempertunjukan persentasi individu tentang keterampilan dan pengetahuan khusus dalam situasi publik

·           Menilai kemajuan dalam pelaksanaan tugas-tugas yang memerlukan keaktifan siswa dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan

·           Mengajarkan pengetahuan siswa kepada orang lain termasuk rekan sebayanya

b.         Karakteristik Pameran/Demonstrasi

·           Dapat menerapkan suatu situasi aktual atau simulasi. Penekanan pada simulasi adalah pada penguasaan dasar-dasar pengetahuan atau dasar-dasar keterampilan

·           Ditindak lanjuti dengan daftar atribut kinerja seperti halnya kriteria penilaian yang harus ditetapkan oleh guru atau ditetapkan guru bersama siswa sebelum pelaksanaan demonsrasi.

c.         Metode Pameran/Demonstrasi

·           Guru menilai seberapa baik seorang siswa melaksanakan kegiatannya atau mempertunjukan suatu prilaku atau keterampilan.

d.         Pertimbangan dalam implementasi Pameran/Demonstrasi

·           Pameran/Demonstrasi dapat dilaksanakan antar-disiplin

·           Memerlukan inisiatif dan kriatifitas siswa

·           Dapat merupakan kompetisi antar individu atau kelompok

·           Dapat merupakan proyek kalaboratif yang harus dikerjakan siswa diluar jam pembelajaran

 

4.         Wawancara (Interview)

Wawancara merupakan salah satu bentuk instrument evaluasi jenis non tes yang dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab baik secara langsung tanpa alat perantara maupun secara tidak langsung.

Menurut pendapat Ismet Basuki dan Hariyanto (2016:61) wawancara adalah percakapan antar muka diman seluruh pihak (Guru, siswa, dan orang tua) mengunakan keingintahuanya untuk saling berbagi pengetahuan dan pemahamannya terhadap isu, topik atau masalah yang menjadi minat bersama.

 

Wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi untukk menjelaskan suatu kondisi tertentu, melengkapi penyelidikan ilmiah atau untuk mempengaruhi situasi atau orang tertentu. Wawancara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: Wawancara Bebas dimana responnden mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya tanpa dibatasi oleh patokan-patokan. Wawancara Terpimpin merupakan wawancara yang dilakukan oleh subjek evaluasi dengan mengajukan pertanyaan yang sudah disusun terlebih  dahulu, sehingga responden hanya memilih jawaban yang sudah disiapkan oleh penanya. Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk melakukan wawancara:

·                Merumuskan tujuan wawancara

·                Membuat pedoman wawancara

·                Menyususn pertanyaan yang sesuai dengan data yang diperlukan.

·                Melakukan uji coba

·                Melaksanakan wawancara

Sedangkan kelemahan dan kelebihan jenis instrument wawancara adalah sebagai berikut:

Kelemahan: 1). Jika subjek yang ingin diteliti banyak maka akan memakan waktu yang banyak pula, 2). Terkadang wawancara berlangsung berlarut-larut tanpa arah, dan 3). Adanya sikap yang kurang baik dari responden maupun penanya.

Kelebihan: 1). Dapat memperolehinformasi secara langsung sehingga objectivitas dapat diketahui, 2). Dapat memperbaiki proses dan hasil belajar, dan 3). Pelaksanaannya lebih fleksibel, dinamis dan personal.

 

Format penilaian Wawancara

Tujuan                       :Memperoleh informasi mengenai cara belajar siswa dirumah
Bentuk 
          :Bebas
Responden
   :Siswa yang memperoleh prestasi yang tinggi.
Nama siswa 
:Dimas Hidayatullah
Kelas
              :Xa
Jenis kelami
n           :Laki-laki


Pertanyaan     

1.         Apakah Dimas mengalami kesulitan memahami petunjuk baik arahan dari guru atau petunjuk dari dalam LKS?

2.         Pada saat mengalami kesulitan apakah Dimas berusaha betanya kepada teman lain atau kepada guru ?

3.         Apakah bimbingan guru selalu dibutuhkan Dimas agar dapat memahami materi pelajaran?

4.         Apakah Dimas mempunyai buku paket atau referensi yang berhubungan dengan materi yang sedang dibahas?

5.         Apakah Dimas selalu mengerjakan tugas-tugas dari guru ?

6.         Apakah materi pelajaran dirasakan Dimas ada manfaatnya dalam kehidupannya kelak ?

7.         Apakah Dimas di luar jam ataupun di rumah berusaha belajar dengan teman yang lain?

8.         Apakah menurut Dimas lingkungan di sekolah (di dalam dan di luar kelas) kondusif untuk belajar?

9.         Apakah orang tua siswa di rumah menyuruh untuk belajar?

10.      Apakah Dimas mempunyai keinginan untuk keluar dari kesulitan yang dihadapinya ?

 

Rubrik yang dapat digunakan:

Skor 1-5

Skor

Kriteria

1

Jawaban dari semua pertanyaan menunjukkan bahwa siswa tidak berminat belajar di sekolah maupun di rumah

2

Jawaban dari semua pertanyaan menunjukkan bahwa siswa tidak berminat belajar di sekolah mungkin di rumah kadang-kadang

3

Jawaban dari siswa menunjukkan bahwa siswa hanya berminat belajar di sekolah atau di rumah saja

4

Jawaban dari siswa menunjukkan bahwa siswa hanya berminat belajar di sekolah atau di rumah  hanya kadang-kadang saja

5

Jawaban dari semua pertanyaan menunjukkan bahwa siswa sangat berminat belajar di sekolah maupun di rumah

 

Sikap yang dinilai

Hasil

5

4

3

2

1

Memperhatiakan penjelasan guru

x

Tidak gaduh  ketika pelajaran dilaksanakan

x

Mengerjakan tugas yang diberikan guru

X

Keaktifan dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan

X

 

 

Keterangan:

Kriteria rubrik yang dapat digunakan:

Skor

Kriteria

1

Tidak pernah

2

Jarang

3

Kadang – kadang

4

Sering

 

5.         Observasi

Penilaian Observasi merupakan teknik Penilaian Sikap baik Sosial maupun Spiritual. Untuk Penilaian ini bisa juga anda gunakan dengan teknik Penilaian Diri Sendiri dan Antar Teman yang dapat anda pelajari melalui artikel saya sebelumnya. Teknik PenilaianObservasi bisa dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran dan Wali Kelas atau Guru Kelas serta Guru BK.

Observasi dalam penilaian sikap siswa merupakan teknik yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku yang sangat baik (positif) atau kurang baik (negatif) yang berkaitan dengan indikator sikap spiritual dan sikap sosial. Instrumen yang digunakan dalam observasi adalah lembar observasi atau jurnal. Hasil observasi dicatat dalam jurnal yang dibuat selama satu semester oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas. Jurnal memuat catatan sikap atau perilaku siswa yang sangat baik atau kurang baik, dilengkapi dengan waktu terjadinya perilaku tersebut, dan butir-butir sikap.

Suatu proses berupa pengamatan dan pencatatan  sistematis tentang prilaku siswa untuk tujuan untuk membuat keputusan tentang suatu program. Observasi dapat berlangsung setiap waktu atau disetiap kondisi untuk membantu guru membuat keputusan yang dibutuhkan bagi pengajaran yang efektif.

a.         Tujuan observasi. Observasi dapat dimanfaatkan untuk menyediakan suatu informasi sistematis yang berkelanjutan berkenaan dengan kekuatan dan kelemahan siswa selama pembelajaran, gaya pembelajaran yang disukainya, minat khususnya, kebutuhan belajarnya, keterampilan, sikap, prilaku, dan kinerja yang terkait dengan harapan kurikulum.

b.         Karakteristik observasi

·           Dapat diterapkan setiap hari untuk menilai para siswa yang berbeda usia, dalam berbagai pokok bahasan dan berbagai kondisi yang berbeda (bekerja sendiri, bekerja berpasangan, dalam kelompok kecil, atau seluruh angota kelas).

·           Jika direncanakan  dan distrukturkan dengan baik akan memiliki tujuan dan fokus yang jelas

·           Sering digunakan dalam kombinasi dengan strategi penilaian yang lain, seperti tugas kerja, persentasi oral, wawancara untuk memperoleh informasikonprehensif tentang kemajuan siswa

·           Termasuk catatan tentang kondisi, kejadian-kejadian di sekitar observasi, prilaku yang benar-benar dilakukan siswa, atau ditunjukan oleh siswa atau atau serangkaian prilaku siswa berkenaan dengan waktu (waktu dalam tahun, perubahan bersama berlangsungnya waktu yang menunjukan pertumbuhan atau kemajuan).

c.         Metode observasi

·           Guru mengamati siswa dalam kaitan tangapanya terhadap pertanyaan-pertanyaan, kajian dan penyelesaian tugas-tugas yang diberikan

·           Mendengarkan siswa pada saat mereka berbicara dan berdiskusi dengan siswa lainya.

·           Mengamati bentuk-bentuk nonperbal dari komunikasi (misalnya perhatian pada pelajaran, tanda-tanda frustasi, serta bahasa tubuh yang lainya) 

·           Menyusun krangka tujuan observasi dengan mengunakan pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai panduan.

§   Siapa yang akan melukan pengamatan ?

§   Siapa yang diamati ?

§   Mengapa observasi harus dilaksanakan ?

§   Dimana observasi akan  dilaksanakan ?

§   Bilamana observasi berlansung ?

§   Bagaimana hasil observasi dicatat (dengan catatan, perekam audio, atau perekam video) ?

·           Mengamati siswa-siwa dalam berbagai situasi/kondisi.

·           Mengamati kinerja para siswa, kemudian mencatat hasil observasi dengan prangkat pencatatan (daftar cek, skala penilaian, catatan anekdot)

d.         Pertimbangan dalam implementasi observasi

·           Observasi dipandu oleh draf cek (Checklist) serangkaian pertanyaan suatu jurnal untuk menjamin berlansungnya suatu observasi yang sistematis dan berfokus.

·           Merupakan satu-satunya perangkat penilaian yang digunakan dalam menilai demonstrasi (Misalnya prcakapan oral, mengambar, memainkan alat musik, menerapkan keterampilan motorik dalam pendidikan jasmani, mengunakan pralatan dalam rancangan dan teknologi).

·           Pengumpulan datanya dapat dibantu oleh audiotape atau videotape sehingah guru dapat melaksanakan penilaian yang lebih rinci terhadap kinerja siswa setelah pelaksanaan observasi.

·           Dapat membatasi kecakapan siswa untuk bertindak secara alami jika digunkan alat audiotape dan videotape.

·           Dapat dipengaruhi oleh bias  dari penerjema/penafsir observasi

·           Dapat diangap subjektif. Oleh sebab itu bergantung pada pemaknaan dan pertimbangan profesional dari pengamat.

·           Tidak dapat digabungkan dengan lingkungan pembelajaran yang alami.

 

Format  Observasi

Nama             :

No. Absen     :

Kelas              :

 

No

Aspek yang diukur

Skor

1

2

3

4

1

Memberi salam kepada guru setiap bertemu dengannya dan menjabat tangannya serta menghadapinya dengan wajah yang tersenyum

2

Bersikap hormat dan sopan santun kepada guru dalam segala hal.

3

Berbuat baik, bersikap rendah hati dan berbicara lemah lembut kepada guru.

4

Menyenangkan dan tidak menyakiti perasaan, hati, dan badan guru

5

Memperhatikan ketika guru sedang menjelaskan

6

Bertanya kepada guru bila ada sesuatu yang belum dia mengerti dengan cara baik

7

Menghindari pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada faedahnya, sekedar mengolok-olok atau yang dilatarbelakangi oleh niat yang buruk

8

Menegur guru bila melakukan kesalahan dengan cara yang penuh hormat

9

Mengunjungi guru / bersilahturahim baik dalam sehat maupun sakit

10

Mendoakan guru

Jumlah Skor

 

Keterangan skor :

1 = Tidak Pernah

2 = Kadang-kadang

3 = Sering

4= Selalu

 

Pengolahan Nilai :

Skor yang dicapai peserta didik dapat diolah menjadi nilai sebagai berikut.

N = (Skor pencapaian : Skor maksimal) x 100.

6.         Tugas Kinerja

Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil pembelajaran, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.

Penilaian kinerja (Performance assessment) adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi. Penilaian dilakukan terhadap unjuk kerja, tingkah laku, atau interaksi siswa. Performance assessment digunakan untuk menilai kemampuan siswa melalui penugasan. Penugasan tersebut dirancang khusus untuk menghasilkan respon (lisan atau tulis), menghasilkan karya (produk), atau menunjukkan penerapan pengetahuan. Tugas yang diberikan kepada siswa harus sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai dan bermakna bagi siswa.

Menurut pendapat Ismet Basuki dan Hariyanto (2016:64) tugas kinerja  adalah strategi penilaian dalam hal mana para siswa menciptakan, menghasilkan, melaksanakan, menghadirkan dengan suatu cara yang melibatkan dunia nyata yang bermakna, dan berkaitan dengan isu-isu atau masalah  substantif, dalam upaya mempertunjukan keterampilan atau kemahiran siswa

 

a.         Tujuan tugas kinerja

·           Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempertunjukkan kecakapannya, sikap dan prilaku.

·           Menyedikan informasi tentang kemampuan siswa dalam mengorganisasikan, menarik manfaat dari pengetahuan dan pengalaman yang  lalu, melakukan inprovisasi, memilih berbagai strategi, menegaskan pembelajaran, dan membuat keputusan untuk menyelesaikan tugas-tugas.

·           Menyedikan cara yang efisien bagi penilaian dalam keadaan dimana keterampilan dapat ditunjukkan dengan tes tertulis.

·           Melibatkan penerapan dari keterampilan berfikir yang kompleks dan penguanaan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan yang diperluas.

·           Membantu siswa dalam membuat hubungan dan genenralisasi yang akan meningkatkan pemahamman mereka tentang konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang penting

·           Hal ini juga dapat dipakai menguji keterampilan siswa, baik dalam rana efektif, kognitif maupun psikomotor.

b.         Karakteristik tugas kinerja

·           Berfokus pada prose maupun produk

·           Menyediakan konteks yang relevan dengan siswa serta dapat meningkatkan motivasi karena mereka  bekerja dalam suatu tugas nyata atau melihat keterampilannya dengan tugas-tugas yang bermakna dan dapat diterapkan didunia nyata

·           Menghadapkan siswa kepada masalah-masalah yang kompleks dan kurang terstruktur yang dapat menghasilkan berbagai jenis produk

·           Menyediakan penilaian yang paling realistik bagi kompotensi-kompotensi yang berhubungan dengan pembelajaran

·           Dapat terdiri dari tugas-tugas seperti melukis, percakapan, persentasi musik, masalah risit, penyelidikan, kinerja atlitik, proyek dan pemeran yang membutuhkan kemampuan siswa dalam menonstruksi suatu tanggapan yang unik terhadap sejumlah tantangan. 

c.         Metode tugas kinerja

·           Guru mengamati siswa atau sekelompok siswa dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu

·           Berbagai tangungjawab dengan para siswa untuk menghubungkan dan mengorganisasikan tugas-tugas kinerja dan menetapkan kriteria penilaian

·           Menyusun kriteria penilaian (berupa suatu rubrik) yang sudah tersedia bagi siswa sebelum tugas-tugas dimulai

·           Menyediakan umpan balik yang kompohensif bagi siswa terkait tugas

·           Menetapkan derajat kemahiran siswa berlandaskan kinerja

d.         Pertimbangan dalam implementasi tugas kinerja

·           Dapat mengunakan baik dalam penilaian maupun evaluasi

·           Memberi kesempatan kepada umumnya belajar untuk sukses berpartisipasi dalam berbagai tingkat pristasi

·           Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara mandiri seperti halnya  dalam kelompok kecil

·           Menyediakan cara yang memuaskan untuk menilai kemampuan mealar

·           Harus dinilai dengan kriteria yang terdifinisikan secara jelas

 

7.         Jurnal Tanggapan (Response Journal)

Pengertian teks tanggapan kritis adalah suatu bacaan yang berisi tentang gagasan/ide/pendapat yang disampaikan secara individual mengenai suatu persoalan yang sedang dihadapi. Persoalan tersebut muncul karena adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan. Kemudian individu akan berusaha mengkritik persoalan tersebut berdasarkan fakta, data serta alasan yang bisa meyakinkan orang lain mengenai pendapat yang disampaikan tersebut.

Menurut pendapat Ismet Basuki dan Hariyanto (2016:67) Jurnal  tangapan adalah catatan pribadi siswa yang merupakan tulisan hasil refleksi dalam menanggapi suatua bacaan pandangan seseorang, mendenggarkan suatu hasil diskusi.

 

Penilaian inik sering kali dilaksanakan didalam pembelajaran sastra sebagai bentuk tanggapan  siswa telah membaca buku atau mendengarkan suatu cerita. Pada hakekatnya jurnal tanggapan memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk mencatat reflekksi, koneksi dan pembelajaran baru dari apa yang telah didengarnya, ditulisnya, didiskusikan dan dipikirkan. Contoh jurnal tanggapan ada 2 yaitu sebagai berikut,  “jurnal entri ganda (double entry journal) maupun jurnal tanggapan peta karakter (character map) yang biasanya diterapkan dalam pembelajaran sastra” (Ismet Basuki dan Hariyanto 2016:67).

a.         Tujuan jurnal tanggapan

·           Mencatat refleksi pribadi, hasil observasi dan penefsiran pribadi

·           Dalam pembelajaran sastra, jurnal tanggapan mencatat perasaan siswa, tanggapan-tanggapannya dan reaksinya setelah membaca buku teks bacaan

b.         Karakteristik jurnal tanggapan

·           Memberikan waktu kepada siswa untuk merumuskan tanggapan yang telah dipertimbangkannya dengan baik

·           Dapat berupa informasi faktual maupun maupun refleksi personal dari siswa

·           Harus dilaksanakan dalam situasi yang bebas dari ancaman, iklim yang terbuka, dengan mendorong siswa untuk berani mengambil resiko

·           Dapat menjadi pengantar pembentukan fokus bagi konferensi antar guru dan siswa

·           Merupakan wahana komunikasi para guru, rekan sebaya, dan orang tua

·           Dapat berupa pernyataan visul (misal karya seni, sketsa)

·           Dapat diterapkan diseluruh mata pelajaran 

c.         Metode jurnal tanggapan

·           Guru menuliskan komentarnya dalam semagat dialogis dengan mengajukan pertanyaan dan bertukar pemikiran

·           Menghargai sifat personal alamiah dari jurnal maupun menghormati kebutuhan pembelajaran dalam hal privesi

d.         Pertimbangan dalam implementasi jurnal tanggapan

·           Jurnal tanggapan memberikan siswa kesempatan untuk berfroses pada proses pemikiran reflektif

·           Jurnal tanggapan memungkinkan secara tepat menilai siswa sesui dengan kriteria yang dilandasi pemilikiran mendalam yang ada hubungannya dengan pemahaman dan pengalaman siswa

·           Siswa lebih leluasan mengungkapkan tanggapan atau pemikirannya, tidak terlalu harus memperhatikan aspek pormal dari gaya tulisan maupun ketepan pengunaan kaidah berbagasa

 

Contoh Penilaian Jurnal

Petunjuk

Bubukan tanda centang (√) pada aspek yang diamati sesuai dengan hasil penilaiannya.

 

No

Aspek 

Skor

Keterangan

3

2

1

1.

Judul

Jelas = 3

Kurang jelas = 2,

Tidak jelas = 1

2.

Abstrak

Jelas = 3

Kurang jelas = 2,

Tidak jelas = 1

3.

Pendahuluan

Baik = 3

Cukup = 2

Kurang = 1

4.

Landasan Teori

Tepat = 3

Kurang tepat = 2

Tidak tepat = 1

5.

Bahan

Lengkap = 3

Kurang = 2

Tidak lengkap = 1

6.

Methode

Tepat = 3

Kurang tepat = 2

Tidak tepat = 1

7.

Hasil

Baik = 3

Cukup = 2

Kurang = 1

8.

Pembahasan

Baik = 3

Cukup = 2

Kurang = 1

9.

Kesimpulan

Baik = 3

Cukup = 2

Kurang = 1

10

Daftar Pustaka

Akurat = 3

Kurang = 2

Tidak akurat = 1

Jumlah

 

N = (Skor pencapaian         : Skor maksimal) x 100

N = (Skor pencapaian : 30 ) x 100

N = 30/30 x 100

N =  100

 

8.         Penilaian Diri (Self Assessment)

Proses Penilaian merupakan bagian dari rangkaian proses pembelajaran yang khususnya dilakukan diakhir kegiatan pembelajaran. Format Penilaian Antar Teman dan Format Penilaian Diri Sendiri yang saya bagikan ini termasuk pada Penilaian Sikap (Afektif). Proses Penilaian memerlukan proses yang panjang dari mulai Perencanaan, Pelaksanaan, sampai pada Pengolahan yang semuanya harus terintegrasi dengan perencanaan pembelajaran. Penilaian Diri Sendiri dilakukan dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya berkaitan dengan kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran. Sedangkan Penilaian Antar Teman dilakukan dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya dalam berbagai hal. Untuk itu perlu ada pedomanan penilaian antarteman yang memuat indikator prilaku yang dinilai.

Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetisi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor.

”Penilaian diri adalah suatu proses yang mengambarkan cara para siswa memperoleh informasi dan berefleksi mengenai pembelajaran sendiri” (Ismet Basuki dan Hariyanto 2016:70).

 

Penilaian kompetensi kognitif di kelas, misalnya : peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian diri peserta didik didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

Penilaian kompetensi afektif, misalnya: peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

Berkaitan dengan penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain:

Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserat didik, karena ketika mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri, Peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan penialain, harus melakukan intropeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya, dan Dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.

a.         Tujuan penilaian dari

·           Dapat digunakan untuk membantu siswa agar lebih bertangung jawab dan merasa memiliki pembelajaran sendiri

·           Memberikan wawasan dan informasi yang mendorong siswa membuat keputusan tentang pembelajaran dan membantu mereka menetapkan tujuan pembelajaran sendiri

·           Berfokus pada proses maupun kepada produk pembelajaran

·           Membantu siswa melakukan kritik pada karyanya sendiri

·           Membantu siswa menghayati karakteristik untuk kriteria dari karya siswa yang berkualitas tinggi

b.         Karakteristik dari penilaian diri

·           Meningkatkan perkembangan kemampuan metakognitif (kemampuan untuk berefleksi secara kritis pada penalaranya sendiri)

·           Dapat berupa observasi introspektif, hasil dari penilaian atau hasil tes

·           Termasuk juga survei sikap, inventori minat, dan jurnal pribadi

·           Menyangkut pertanyaan-pertanyaan seperti; bagaimana saya belajar dengan baik ?, bagaimana pertumbuhanku

·           Digunakan untuk menentukan apaka siswa mempercayai kinerjanya sendiri terkait dengan kinerja aktual yang diamati oleh guru

c.         Metode penilaian sendiri

·           Guru memandu siswa dengan membantunya memahami bagai mana cara berefleksi dalam pembelajaran

·           Guru menyediakan waktu dan kesempatan bagi siswa untuk melakukan penilaian diri sendiri

·           Guru merancang pertanyaan-pertanyaan atau memilih perangkat penilaian diri sendiri

·           Guru dapat mengunakan penilaian diri oleh siswa untuk mengetahui perunahan atau pertumbuhan mengenai sikap pemahaman siswa.

d.         Pertimbangan dalam implementasi penilaian diri

·           Digunakan untuk membandingkan pandangan siswa dan guru tentang kinerja yang diharapkan, dan kriteria dan evaluasi untuk melihat apakah ada kemiripan pandangan-pandangan tersebut

·           Penilaian diri akan berkembang setahap demi setahap setelah siswa mulai mengunakannya dalam kegiatan sehari-hari

·           Dapat membantu siswa dalam semua tingkat dengan kecakapan untuk menyelesaikan pertumbuhan pribadinya dengan cara membandingkannya dengan karya-karya terdahulu.

 

Contoh

Lembar Penilaian Diri Siswa

 

Petunjuk :

·                Lembaran ini diisi oleh siswa untuk menilai sikap spiritual dan sosial siswa.

·                Berilah skor yang sesuai pada kolom skor dengan kriteria sebagai berikut.

 

1= apabila tidak pernah melakukan

2= apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

3= apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak         melakukan

4= apabila selalu melakukan sesuai pernyataan

 

Nama Siswa                                     : …………

Kelas                                      : …………

Hari/Tanggal Mengisi           : …………

Topik                                      : …………

 

 

Indikator                                

1.         Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya (spiritual).

2.         Memiliki sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, sopan santun, dan percaya diri.

 

No

Aspek Penilaian Diri

Skore

1

2

3

4

1.

Sikap = Spiritual

a.

Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu.

b.

Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut.

c.

Mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu (misal : mengucapkan Alhamdulillah hi robbil ‘alamin)

2.

Sikap = Jujur

a.

Tidak menyontek dalam mengerjakan tugas/ulangan

b.

Tidak menjadi plagiat (mengambil/menyalin tugas/pekerjaan teman lain tanpa menyebutkan nama teman yang disalin tugas)

c.

Membuat tugas/laporan berdasarkan data atau informasi apa adanya

3.

Sikap = Disiplin

a.

Masuk kelas tepat waktu

b.

Patuh pada tata tertib atau aturan bersama/sekolah

c.

Mengerjakan/mengumpulkan tugas sesuai  dengan waktu yang ditentukan

4.

Sikap = Tanggung Jawab

a.

Tidak menyalahkan/menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat

b.

Mengembalikan barang yang dipinjam

c.

Menepati janji yang telah diucapkan

5.

Sikap = Toleransi

a.

Tidak mengganggu teman yang berbeda pendapat

b.

Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya

c.

Mampu dan mau bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan

6.

Sikap = Gotong Royong

a.

Aktif dalam bekerja bakti membersihkan kelas atau sekolah

b.

Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan

c.

Bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan

7.

Sikap = Sopan Santun

a.

Menghormati orang yang lebih tua (memanggil dengan nama)

b.

Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan takabur 

c.

Bersikap 3S (salam, senyum, sapa)

8.

Sikap = Percaya Diri

a.

Berpendapat atau melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu

b.

Mampu membuat keputusan dengan cepat

c.

Tidak mudah putus asa

 

Keterangan skor :

1 = Tidak Pernah

2 = Kadang-kadang

3 = Sering

4 = Selalu

 

Pengolahan Nilai :

Skor yang dicapai peserta didik dapat diolah menjadi nilai sebagai berikut.

N = (Skor pencapaian : Skor maksimal) x 100

 

9.         Portofolio

Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang peserta didik, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja yang ditentukan oleh guru atau oleh peserta didik bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Jadi, tidak setiap kumpulan karya seorang peserta didik disebut portofolio.   Portofolio digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu komponen dari instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi peserta didik, atau menilai hasil belajar peserta didik.

Sebagai instrumen penilaian, portofotio; difokuskan pada (dokumen tentang kerja siswa yang produktif, yaitu ‘bukti’ tentang apa yang dapat dilakukan oleh siswa, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan (dijawab atau dipecahkan) oleh siswa. Bagi guru, portofolio menyajikan wawasan tentang banyak segi perkembangan siswa dalam belajarnya: cara berpikirnya, pemahamannya   atas   pelajaran   yang   bersangkutan, kemampuannya   mengungkapkan   gagasan-gagasannya, sikapnya terhadap mata pelajaran yang bersangkutan, dan sebagainya.

Terdapat beberapa macam portofolio. Dalam kesenian misalnya, portofolio berarti kumpulan hasil karya terbaik dari seorang seniman yang sengaja diadakan untuk keperluan galeri pameran. Dalam dunia pendidikan portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja yang ditentukan guru atau oleh siswa bersama guru. Portofolio dalam pendidikan adalah bagian dari usaha dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Sehingga tidak setiap kumpulan karya siswa disebut sebagai portofolio.

Menurut pendapat dari Arnie Fajar (2009:90) “portopolio dapat diartikan sebagai suatu koleksi yang di khususkan dari pekerjaan peserta didik yang mengalami perkembangan yang memungkinkan peserta didik dan pendidik dapat menentukan kemajuan yang suda dicapai oleh peserta didik”

 

Penilaian Portofolio dapat diartikan sebagai suatu wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedagogis, maupun sebagai ajektif. Sebagai suatu wujud benda fisik portofolio adalah bundel, yaitu kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundel. Portofolio siswa untuk penilaian atau assesmen portofolio merupakan kumpulan produksi siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:

1.         Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis.

2.         Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan.

3.         Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan.

4.         Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah dalam mata pelajaran yang bersangkutan.

5.         Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antar mata pelajaran.

6.         Penyelesaian soal-soal terbuka.

7.         Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya.

8.         Laporan kerja kelompok.

9.         Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam vidio, alat rekam audio dan computer.

10.      Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.

11.      Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugaskan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan).

12.      Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa  terhadap mata pelajaran yang bersangkutan.

13.      Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.

 

Format Portofolio Asesmen

Mata pelajaran                                  :IPS

Nama                                                 :Peserta didik

No Absen                              :1

 

Petunjuk

Bubuhkan ( ) pada pada aspek nilai yang diberikan

 

No

Hari/tangal

Kegiatan

Alat

Tanggapan

Nilai

1

2

3

4

1

Senin

12-08-2029

Membaca buku IPS

 

Ekonomi Indonesia pada tahun 2019 turun 0,9%

 

 

 

 

2

Kamis

16-08-2029

Wawancara

Tokoh masyarakat

Tape

recorder

Pertama wawancara, gugup tapi hasilnya memuaskan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III PENUTUP

 

A.        Kesimpulan

Asismen adalah suatu proses pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kinerja dan karya siswa serta bagaimana proses ia menghasilkan karya. Asesmen adalah proses pengumpulan informasi tentang seorang yang akan digunakan dengan anak tersebut.  Tujuan atau fungsi utama dari suatu asesmen adalah untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan merencanakan program pembelajaran. Komponen-komponen asesmen dalam makalah ini adalah Presentasi Kelas, Pameran/Demonstrasi, Wawancara, Observasi, Tugas Kinerja, Jurnal Tangapan, Penilaian Diri, dan Portofolio.

 

B.        Saran

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan yang disebabkan keterbatasan ilmu dan sumber yang mendukung dalam penulisan makalah ini. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritikan yang berkenaan tentang asesmen nontes sehinggah kita semua bisa memahami asesmen non tes.

 

Daftar Pustaka

 

Basuku. I dan Hariyanto. 2016. Asesmen pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya

Fajar Arnie. 2009. Portofolio Dalam Pembelajaran IPS. PT Remaja Rosdakarya

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbandingan Kurikulum IPS Indonesia - Perancis. Oleh Vigi Firawan

Landasan Teori Inti Pelaksanaan Pembelajaran

Book Report Pendidikan IPS dan Konsep Pembelajaran