Makalah Instrumen Non Tes
MAKALAH INSTRUMEN NON TES OLEH VIGI
FIRAWAN
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perlu diketahui bahwa dalam proses penilaian hasil
belajar peserta didik diperlukan metode atau teknik serta instrumen yang perlu
diperhatikan dan disiapkan, agar nantinya tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Teknik dan instrumen yang digunakan ini yang akan memberikan informasi kepada
guru terhadap keadaan dan prestasi yang dicapai oleh peserta didik.
Teknik dan instrumen penilaian hasil belajar yang dapat
dikembangkan oleh guru dapat berupa penilaian jenis tes, non-tes, penilaian
berbasis kelas, penilaian kinerja, dan juga penilaian portofolio. Berikut ini
akan kami paparkan sedikit gambaran teknik, metode, dan instrumen penilaian
yang dapat dilakukan oleh guru dalam mengevaluasi peserta didiknya. Sebagai
seorang guru nantinya dituntut tidak hanya mampu untuk membuat instrumen
penilaian hasil belajar peserta didik, tetapi mampu mengaplikasikan dan
menggunakan instrumen penilaian tersebut.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka rumusan
masalah dalam makalah ini sebagai berikut;
a.
Apa Pengertian Asesmen non tes ?
b.
Apa Fungsi dari Asesmen non tes ?
c.
Apa-apa saja jenis asesmen non tes ?
C.
Manfaat Maklah
Tujuan dibuatnya makalah
ini untuk menamba wawasan dan pengetahuan untuk Mengenai Pengertian
Asesmen Non Tes, Fungsi dari
Asesmen non tes dan Apa-Apa Saja Jenis Asesmen Non Tes ?
BAB II PEMBAHASAN
Instrument penilaian merupakan sesuatu yang dapat digunakan untuk
mempermudah seseorang guru melaksanakan tugas atau mencapai tujuan dengan lebih
efektif dan efisien. Secara sederhana penilaian dan pengukuran meruapakan
komponen yang ada di dalam ruang lingkup evaluasi, dimana penilaian merupakan proses
berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi, sedangkan pengukuran lebih
khusus mengumpulkan informasi yang bersifat kuantitatif atas sesuatu.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas maka instrument asesmen jenis
non-tes diartikan sebagai sesuatu yang digunakan untuk mempermudah pihak-pihak
tertentu untuk memperoleh kualitas atas suatu objek dengan menggunakan teknik
non-tes.
Penilaian non test adalah “penilaian pengamatan perubahan tingkah laku yang
berhubungan dengan apa yang dapat diperbuat atau dikerjakan oleh peserta didik
dibandingkan dengan apa yang diketahui atau dipahaminya”. Dengan kata lain
penilaian non test behubungan dengan penampilan yang dapat diamati dibandingkan
dengan pengetahuan dan proses mental lainnya yang tidak dapat diamati oleh
indera.
Adapun menurut, pendapat Ismet Basuki dan Hariyanto (2016:5) Penilaian non
test adalah penilaian yang mengukur kemampuan siswa secara langsung dengan
tugas-tugas riil dalam proses pembelajaran. Contoh penilaian non test banyak
terdapat pada keterampilan menulis untuk bahasa, percobaan laboratorium sains,
bongkar pasang mesin, dan teknik.
Teknik penilaian non tes berarti melaksanakan penilaian dengan tidak
menggunakan tes. Sedangkan teknik penilaian non tes tulis maksudnya adalah
bentuk evaluasi non tes yang berbentuk tulisan atau non lisan.
Ada beberapa teknik dan alat penilaian yang dapat digunakan guru sebagai sarana
untuk memperoleh informasi tentang keadaan belajar siswa. Penggunaan berbagai
teknik dan alat itu harus disesuaikan dengan tujuan penilaian, waktu yang
tersedia, sifat tugas yang dilakukan siswa dan banyaknya/jumlah materi
pelajaran yang sudah disampaikan.
Teknik penilaian adalah metode atau cara penilaian yang dapat digunakan
guru untuk mendapatkan informasi mengenai keadaan belajar dan prestasi peserta
didik. Teknik penilaian yang memungkinkan dan dapat dengan mudah digunakan oleh
guru antara lain:
1.
Presentasi kelas (Classroom
Persentation)
Presentasi adalah suatu
kegiatan berbicara di hadapan banyak orang. Berbeda dengan pidato yang lebih
sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering
dibawakan dalam acara bisnis. Tujuan dari presentasi bermacam-macam, misalnya
untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi
(biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh
seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu). Agar bisa pandai
berpresentasi, bayak siswa atau mahasiwa yang sering kali belajar pada para
pakar presentasi terutama ketika ada pembelajaran persentasi di kelas.
Menurut pendapat Ismet
Basuki dan Hariyanto (2016:9). Presentasi kelas
adalah suatu asesmen yang mengharuskan para siswa menyampaikan secara
pariabel pengetahuannya tentang sesuatu subjek atau topik tertentu dari bahan
ajar memilih dan menghadirkan contoh dari hasil karyanya yang telah selesai
serta mengorganisasikan pemikiran untuk menyampaikan ringkasan dari
pemahamannya tentang bahana ajar.
Lebih jelasnya bagi penulis Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di
hadapan orang banyak dengan tujuan untuk menyampaikan pendapat, topik atau
informasi. Adapun beberapa tujuan, Karakteristik, dan Metode dari presentsi
yang dilakukan, diantaranya adalah sebagai berikut;
a.
Tujuan presentasi kelas
·
Menyediakan bagi penilaian sumatif tentang kemampuan
siswa dalam menyelesaikan suatu proyek atau tugas bentuk karangan
·
Menilai siswa jika hasil tes tertulis siswa menunjukan
pemahaman atau pengetahuan yang kurang sepadan atau siswa mengalami kesukaran
untuk mengetahui pemahaman bahan ajar yang diuji.
b.
Karakteristik presentasi kelas
·
Dapat mengunakan bahan
nyata untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyatakan gagasan
dan menampilkan bakatnya.
·
Dapat dirancang sebagai perangkat pengajaran bagi bahan
ajar berikutnya.
c.
Metode presentasi kelas
·
Guru bersama siswa atau guru sendiri merumuskan kriteria
bagi penilaian persentasi (Misalnya berupa rubrik).
·
Guru memantau kemajuan siswa pada tiap tahap persentasi
·
Guru memberikan umpan balik berupa kata-kata atau umpan
balik tertulis setelah persentasi
d.
Pertimbangan dalam implementasi presentasi kelas
·
Suatu bentuk asesmen yang alamiah terhadap kecakapan
berbicara, kemampuan berdebat, serta kompetensi terhadappokok bahasan tertentu
dalam pembelajaran.
·
Merupakan keterampilan kritis yang perlu diajarkan,
diperaktikan, dinilai, dan evaluasi.
Format Penilaian presentasi
Petunjuk
a.
Arti angka pilihan
1 = tidak jelas 3
= jelas
2 = cukup jelas 4
= sangat jelas
b.
Berilah kesimpulan penilaian dengan menjumlahkan angka
penilaian dan membaginya dengan 15
Topik :
Nama penyaji :
Penilai :
|
No |
Keterangan |
Nilai |
|||
|
A.
|
Pengorganisasian penyajian |
|
|||
|
1 |
Kesesuaian penyajian dengan topik (relevansi) |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
2 |
Penggunaan waktu penyajian secara efektif |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
3 |
Penyajian materi dilakukan secara
teratur dan berurutan |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
4 |
Penampilan penyajian |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
5 |
Artikulasi penyajian |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
B.
|
Komunikasi |
|
|||
|
6 |
Penyaji berbicara dengan jelas dan lancer |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
7 |
Penyajian menarik dan memotivasi |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
8 |
Menguasai bahan yang disajikan |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
9 |
Argumen menjawab pertanyaan |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
C.
|
Materi |
|
|||
|
10 |
Keterbacaan (bahasa) |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
11 |
Kelengkapan isi |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
12 |
Kelengkapan konstruksi |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
13 |
Orisinilitas |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
14 |
Tampilan materi: estetika dan
informatif (tampilan tayangan) |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
15 |
Daya implementasi |
1 |
2 |
3 |
4 |
Kesimpulan : _____________ = ...................
15
2.
Konferensi
Konferensi adalah rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar
pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.
Menurut pendapat Ismet Basuki dan Hariyanto (2016:57) komperensi merupakan
pertemuan formal atau informal antara guru dengan seorang siswa atau orang tua
siswa yang bermanfaat bagi berbagai macam tujuan pendidikan.
Dinegara negara-negara maju, komperensi merupakan sesuatu hal yang biasa
dilakukian, terutama dilakukan disekolah-sekolah dasar dalam kaitan hubungan
antara guru dengan orang tua, lalu apa tujuan konferensi, karakteristik
konferensi, metode konferensi dan pertimbangan dalam implentasi konferensi
adalah sebagaiberikut:
a.
Tujuan Konferensi
·
Saling bertukar gagasan atau berbagai informasi
·
Melakukan eksplorasi terhadap pemikiran siswa dan
memberikan saran-saran bagi langka selanjutnya yang harus dilakukan siswa
·
Menilai tingkat pemahaman siswa terhadap sesuatu konsep
atau prosedur ilmia tertentu
·
Memungkinkan siswa untuk bergerak maju dengan lebih
berhasil terkait suatu tugas pembelajaran tertentu
·
Memungkinkan siswa untuk bergerak maju dengan lebih
berhasil terkait suatu tugas pembelajaran tertentu.
·
Membantu siswa untuk menghayati kriteria suatu kerja yang
berhasil baik
b.
Karakteristik Konferensi
·
Konferensi yang baik membutuhkan fokus diskusi yang
jelas, misal terkai suatu tugas pembelajaran tertentu
·
Akan berhasil jika seluruh pihak yang terlibat dalam
konferensi berbagai tangungjawab bagi keberhasilan pertemuan
·
Merupakan wahana bagi siswa mengeksplorasi konsep atau
topik baru atau memberikan laporan kemajuan belajarnya
·
Dapat dilangsungkan secara rutin
·
Memerluka pencatatan informasi selama konferansi atau
segera setelah konferensi selesai dilaksanakan
c.
Metode Konferensi
·
Guru datang ke konferensi dan siap dengan
pertanyaan-pertanyaan spasifik yang harus dijawab siswa
·
Memberikan umpan balik pribadi dan membuat klarifikasi
terhadap miskonsepsi
·
Memberikan kemudahan kepada siswa dan mendukung kemajuan
siswa
·
Berfokus pada proses penalaran siswa
·
Memerlukan pencatatan informasi selama konferensi atau
segera setelah konferensi selesai dilaksanakan
d.
Pertimbangan dalam Implentasi Konferensi
·
Merupakan bagian daripembelajaran kalaboratif atau
sesuatu pengambilan keputusan
·
Lebih baik jika dibantu dengan pertanyaan-pertanyaan yang
telah disiapkan lebih dahulu oleg guru
·
Menjadi bagian dari strategi penilaian formatif tentang
keterlibatan siswa dalam suatu proyak pembelajaran atau kajian indepennden
·
Ada sejumlkah catatan pennting yang perlu diperhatikan
guru sebagai pendidik profesional dalam menyiapkan konferensi.
3.
Pameran/Demonstrasi
Pameran/Demonstrasi adalah suatu bentuk kinerja dimana siswa menjelaskan,
menerapkan suatu proses, prosedur, dan lain-lain, dengan suatu cara yang
kongkret untuk mempertunjukan kecakapan indipidunya tentang suatu keterampilan
tertentu atau kecakapan menguasi pengetahuan tertentu.
a.
Tujuan Pameran/Demonstrasi
·
Mempertunjukan persentasi individu tentang keterampilan
dan pengetahuan khusus dalam situasi publik
·
Menilai kemajuan dalam pelaksanaan tugas-tugas yang
memerlukan keaktifan siswa dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan
·
Mengajarkan pengetahuan siswa kepada orang lain termasuk
rekan sebayanya
b.
Karakteristik Pameran/Demonstrasi
·
Dapat menerapkan suatu situasi aktual atau simulasi.
Penekanan pada simulasi adalah pada penguasaan dasar-dasar pengetahuan atau
dasar-dasar keterampilan
·
Ditindak lanjuti dengan daftar atribut kinerja seperti
halnya kriteria penilaian yang harus ditetapkan oleh guru atau ditetapkan guru
bersama siswa sebelum pelaksanaan demonsrasi.
c.
Metode Pameran/Demonstrasi
·
Guru menilai seberapa baik seorang siswa melaksanakan
kegiatannya atau mempertunjukan suatu prilaku atau keterampilan.
d.
Pertimbangan dalam implementasi Pameran/Demonstrasi
·
Pameran/Demonstrasi dapat dilaksanakan antar-disiplin
·
Memerlukan inisiatif dan kriatifitas siswa
·
Dapat merupakan kompetisi antar individu atau kelompok
·
Dapat merupakan proyek kalaboratif yang harus dikerjakan
siswa diluar jam pembelajaran
4.
Wawancara (Interview)
Wawancara merupakan salah satu bentuk instrument evaluasi jenis non tes
yang dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab baik secara langsung tanpa
alat perantara maupun secara tidak langsung.
Menurut pendapat Ismet Basuki dan Hariyanto (2016:61) wawancara adalah
percakapan antar muka diman seluruh pihak (Guru, siswa, dan orang tua)
mengunakan keingintahuanya untuk saling berbagi pengetahuan dan pemahamannya
terhadap isu, topik atau masalah yang menjadi minat bersama.
Wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi untukk menjelaskan suatu
kondisi tertentu, melengkapi penyelidikan ilmiah atau untuk mempengaruhi
situasi atau orang tertentu. Wawancara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: Wawancara
Bebas dimana responnden mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya
tanpa dibatasi oleh patokan-patokan. Wawancara Terpimpin merupakan wawancara
yang dilakukan oleh subjek evaluasi dengan mengajukan pertanyaan yang sudah
disusun terlebih dahulu, sehingga
responden hanya memilih jawaban yang sudah disiapkan oleh penanya. Berikut ini
merupakan langkah-langkah untuk melakukan wawancara:
·
Merumuskan tujuan wawancara
·
Membuat pedoman wawancara
·
Menyususn pertanyaan yang sesuai dengan data yang
diperlukan.
·
Melakukan uji coba
·
Melaksanakan wawancara
Sedangkan kelemahan dan kelebihan jenis instrument wawancara adalah sebagai
berikut:
Kelemahan: 1). Jika subjek yang ingin diteliti banyak maka akan memakan
waktu yang banyak pula, 2). Terkadang wawancara berlangsung berlarut-larut
tanpa arah, dan 3). Adanya sikap yang kurang baik dari responden maupun
penanya.
Kelebihan: 1). Dapat memperolehinformasi secara langsung sehingga
objectivitas dapat diketahui, 2). Dapat memperbaiki proses dan hasil belajar,
dan 3). Pelaksanaannya lebih fleksibel, dinamis dan personal.
Format penilaian Wawancara
Tujuan :Memperoleh informasi mengenai cara
belajar siswa dirumah
Bentuk :Bebas
Responden :Siswa yang memperoleh prestasi yang
tinggi.
Nama siswa :Dimas Hidayatullah
Kelas :Xa
Jenis kelamin :Laki-laki
Pertanyaan
1.
Apakah Dimas mengalami kesulitan memahami petunjuk
baik arahan dari guru atau petunjuk dari dalam LKS?
2.
Pada saat mengalami kesulitan apakah Dimas berusaha
betanya kepada teman lain atau kepada guru ?
3.
Apakah bimbingan guru selalu dibutuhkan Dimas agar
dapat memahami materi pelajaran?
4.
Apakah Dimas mempunyai buku paket atau referensi yang
berhubungan dengan materi yang sedang dibahas?
5.
Apakah Dimas selalu mengerjakan tugas-tugas dari guru
?
6.
Apakah materi pelajaran dirasakan Dimas ada manfaatnya
dalam kehidupannya kelak ?
7.
Apakah Dimas di luar jam ataupun di rumah berusaha
belajar dengan teman yang lain?
8.
Apakah menurut Dimas lingkungan di sekolah (di dalam
dan di luar kelas) kondusif untuk belajar?
9.
Apakah orang tua siswa di rumah menyuruh untuk
belajar?
10. Apakah Dimas mempunyai keinginan
untuk keluar dari kesulitan yang dihadapinya ?
Rubrik yang
dapat digunakan:
Skor 1-5
|
Skor |
Kriteria |
|
1 |
Jawaban
dari semua pertanyaan menunjukkan bahwa siswa tidak berminat belajar di
sekolah maupun di rumah |
|
2 |
Jawaban
dari semua pertanyaan menunjukkan bahwa siswa tidak berminat belajar di
sekolah mungkin di rumah
kadang-kadang |
|
3 |
Jawaban
dari siswa menunjukkan bahwa siswa hanya berminat belajar di sekolah atau di
rumah saja |
|
4 |
Jawaban
dari siswa menunjukkan bahwa siswa hanya berminat belajar di sekolah atau di
rumah hanya kadang-kadang saja |
|
5 |
Jawaban
dari semua pertanyaan menunjukkan bahwa siswa sangat berminat belajar di
sekolah maupun di rumah |
|
Sikap yang dinilai |
Hasil |
||||
|
5 |
4 |
3 |
2 |
1 |
|
|
Memperhatiakan
penjelasan guru |
x |
||||
|
Tidak
gaduh ketika pelajaran dilaksanakan |
x |
||||
|
Mengerjakan
tugas yang diberikan guru |
X |
||||
|
Keaktifan
dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan |
X |
||||
Keterangan:
Kriteria
rubrik yang dapat digunakan:
|
Skor |
Kriteria |
|
1 |
Tidak pernah |
|
2 |
Jarang |
|
3 |
Kadang – kadang |
|
4 |
Sering |
5.
Observasi
Penilaian Observasi merupakan teknik Penilaian Sikap baik Sosial maupun
Spiritual. Untuk Penilaian ini bisa juga anda gunakan dengan teknik Penilaian
Diri Sendiri dan Antar Teman yang dapat anda pelajari melalui artikel saya
sebelumnya. Teknik PenilaianObservasi bisa dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran
dan Wali Kelas atau Guru Kelas serta Guru BK.
Observasi dalam penilaian sikap siswa merupakan teknik yang dilakukan
secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku yang sangat baik (positif)
atau kurang baik (negatif) yang berkaitan dengan indikator sikap spiritual dan
sikap sosial. Instrumen yang digunakan dalam observasi adalah lembar observasi
atau jurnal. Hasil observasi dicatat dalam jurnal yang dibuat selama satu
semester oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas. Jurnal memuat
catatan sikap atau perilaku siswa yang sangat baik atau kurang baik, dilengkapi
dengan waktu terjadinya perilaku tersebut, dan butir-butir sikap.
Suatu proses berupa pengamatan dan pencatatan sistematis tentang prilaku siswa untuk tujuan untuk
membuat keputusan tentang suatu program. Observasi dapat berlangsung setiap
waktu atau disetiap kondisi untuk membantu guru membuat keputusan yang dibutuhkan
bagi pengajaran yang efektif.
a.
Tujuan observasi. Observasi dapat dimanfaatkan untuk
menyediakan suatu informasi sistematis yang berkelanjutan berkenaan dengan
kekuatan dan kelemahan siswa selama pembelajaran, gaya pembelajaran yang
disukainya, minat khususnya, kebutuhan belajarnya, keterampilan, sikap,
prilaku, dan kinerja yang terkait dengan harapan kurikulum.
b.
Karakteristik observasi
·
Dapat diterapkan setiap hari untuk menilai para siswa
yang berbeda usia, dalam berbagai pokok bahasan dan berbagai kondisi yang
berbeda (bekerja sendiri, bekerja berpasangan, dalam kelompok kecil, atau
seluruh angota kelas).
·
Jika direncanakan
dan distrukturkan dengan baik akan memiliki tujuan dan fokus yang jelas
·
Sering digunakan dalam kombinasi dengan strategi penilaian
yang lain, seperti tugas kerja, persentasi oral, wawancara untuk memperoleh
informasikonprehensif tentang kemajuan siswa
·
Termasuk catatan tentang kondisi, kejadian-kejadian di
sekitar observasi, prilaku yang benar-benar dilakukan siswa, atau ditunjukan
oleh siswa atau atau serangkaian prilaku siswa berkenaan dengan waktu (waktu
dalam tahun, perubahan bersama berlangsungnya waktu yang menunjukan pertumbuhan
atau kemajuan).
c.
Metode observasi
·
Guru mengamati siswa dalam kaitan tangapanya terhadap
pertanyaan-pertanyaan, kajian dan penyelesaian tugas-tugas yang diberikan
·
Mendengarkan siswa pada saat mereka berbicara dan
berdiskusi dengan siswa lainya.
·
Mengamati bentuk-bentuk nonperbal dari komunikasi
(misalnya perhatian pada pelajaran, tanda-tanda frustasi, serta bahasa tubuh
yang lainya)
·
Menyusun krangka tujuan observasi dengan mengunakan
pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai panduan.
§ Siapa yang akan melukan pengamatan ?
§ Siapa yang diamati ?
§ Mengapa observasi harus dilaksanakan ?
§ Dimana observasi akan dilaksanakan ?
§ Bilamana observasi berlansung ?
§ Bagaimana hasil observasi dicatat (dengan catatan, perekam audio, atau
perekam video) ?
·
Mengamati siswa-siwa dalam berbagai situasi/kondisi.
·
Mengamati kinerja para siswa, kemudian mencatat hasil
observasi dengan prangkat pencatatan (daftar cek, skala penilaian, catatan
anekdot)
d.
Pertimbangan dalam implementasi observasi
·
Observasi dipandu oleh draf cek (Checklist) serangkaian pertanyaan suatu jurnal untuk menjamin
berlansungnya suatu observasi yang sistematis dan berfokus.
·
Merupakan satu-satunya perangkat penilaian yang digunakan
dalam menilai demonstrasi (Misalnya prcakapan oral, mengambar, memainkan alat
musik, menerapkan keterampilan motorik dalam pendidikan jasmani, mengunakan
pralatan dalam rancangan dan teknologi).
·
Pengumpulan datanya dapat dibantu oleh audiotape atau videotape sehingah guru dapat melaksanakan penilaian yang lebih
rinci terhadap kinerja siswa setelah pelaksanaan observasi.
·
Dapat membatasi kecakapan siswa untuk bertindak secara
alami jika digunkan alat audiotape dan
videotape.
·
Dapat dipengaruhi oleh bias dari penerjema/penafsir observasi
·
Dapat diangap subjektif. Oleh sebab itu bergantung pada
pemaknaan dan pertimbangan profesional dari pengamat.
·
Tidak dapat digabungkan dengan lingkungan pembelajaran
yang alami.
Format Observasi
Nama :
No. Absen :
Kelas :
|
No |
Aspek yang
diukur |
Skor |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Memberi salam kepada guru setiap
bertemu dengannya dan menjabat tangannya serta menghadapinya dengan wajah
yang tersenyum |
||||
|
2 |
Bersikap hormat dan sopan
santun kepada guru dalam segala hal. |
||||
|
3 |
Berbuat baik, bersikap rendah hati
dan berbicara lemah lembut kepada guru. |
||||
|
4 |
Menyenangkan dan tidak menyakiti
perasaan, hati, dan badan guru |
||||
|
5 |
Memperhatikan ketika guru sedang
menjelaskan |
||||
|
6 |
Bertanya kepada guru bila ada
sesuatu yang belum dia mengerti dengan cara baik |
||||
|
7 |
Menghindari pertanyaan-pertanyaan
yang tidak ada faedahnya, sekedar mengolok-olok atau yang dilatarbelakangi
oleh niat yang buruk |
||||
|
8 |
Menegur guru bila melakukan
kesalahan dengan cara yang penuh hormat |
||||
|
9 |
Mengunjungi guru / bersilahturahim
baik dalam sehat maupun sakit |
||||
|
10 |
Mendoakan guru |
||||
|
Jumlah Skor |
|||||
Keterangan skor :
1 = Tidak Pernah
2 = Kadang-kadang
3 = Sering
4= Selalu
Pengolahan Nilai :
Skor yang dicapai
peserta didik dapat diolah menjadi nilai sebagai berikut.
N = (Skor
pencapaian : Skor maksimal) x 100.
6.
Tugas Kinerja
Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan
selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan
berbagai kemungkinan, seperti standar hasil pembelajaran, target atau sasaran
atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati
bersama.
Penilaian kinerja (Performance
assessment) adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap
aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi. Penilaian dilakukan terhadap unjuk
kerja, tingkah laku, atau interaksi siswa. Performance assessment digunakan
untuk menilai kemampuan siswa melalui penugasan. Penugasan tersebut dirancang
khusus untuk menghasilkan respon (lisan atau tulis), menghasilkan karya
(produk), atau menunjukkan penerapan pengetahuan. Tugas yang diberikan kepada
siswa harus sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai dan bermakna bagi
siswa.
Menurut pendapat Ismet Basuki dan Hariyanto (2016:64) tugas kinerja adalah strategi penilaian dalam hal mana para
siswa menciptakan, menghasilkan, melaksanakan, menghadirkan dengan suatu cara
yang melibatkan dunia nyata yang bermakna, dan berkaitan dengan isu-isu atau
masalah substantif, dalam upaya
mempertunjukan keterampilan atau kemahiran siswa
a.
Tujuan tugas kinerja
·
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempertunjukkan
kecakapannya, sikap dan prilaku.
·
Menyedikan informasi tentang kemampuan siswa dalam
mengorganisasikan, menarik manfaat dari pengetahuan dan pengalaman yang lalu, melakukan inprovisasi, memilih berbagai
strategi, menegaskan pembelajaran, dan membuat keputusan untuk menyelesaikan
tugas-tugas.
·
Menyedikan cara yang efisien bagi penilaian dalam keadaan
dimana keterampilan dapat ditunjukkan dengan tes tertulis.
·
Melibatkan penerapan dari keterampilan berfikir yang
kompleks dan penguanaan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan yang diperluas.
·
Membantu siswa dalam membuat hubungan dan genenralisasi
yang akan meningkatkan pemahamman mereka tentang konsep-konsep dan
prinsip-prinsip yang penting
·
Hal ini juga dapat dipakai menguji keterampilan siswa,
baik dalam rana efektif, kognitif maupun psikomotor.
b.
Karakteristik tugas kinerja
·
Berfokus pada prose maupun produk
·
Menyediakan konteks yang relevan dengan siswa serta dapat
meningkatkan motivasi karena mereka
bekerja dalam suatu tugas nyata atau melihat keterampilannya dengan
tugas-tugas yang bermakna dan dapat diterapkan didunia nyata
·
Menghadapkan siswa kepada masalah-masalah yang kompleks
dan kurang terstruktur yang dapat menghasilkan berbagai jenis produk
·
Menyediakan penilaian yang paling realistik bagi
kompotensi-kompotensi yang berhubungan dengan pembelajaran
·
Dapat terdiri dari tugas-tugas seperti melukis,
percakapan, persentasi musik, masalah risit, penyelidikan, kinerja atlitik,
proyek dan pemeran yang membutuhkan kemampuan siswa dalam menonstruksi suatu
tanggapan yang unik terhadap sejumlah tantangan.
c.
Metode tugas kinerja
·
Guru mengamati siswa atau sekelompok siswa dalam
melaksanakan tugas-tugas tertentu
·
Berbagai tangungjawab dengan para siswa untuk
menghubungkan dan mengorganisasikan tugas-tugas kinerja dan menetapkan kriteria
penilaian
·
Menyusun kriteria penilaian (berupa suatu rubrik) yang
sudah tersedia bagi siswa sebelum tugas-tugas dimulai
·
Menyediakan umpan balik yang kompohensif bagi siswa
terkait tugas
·
Menetapkan derajat kemahiran siswa berlandaskan kinerja
d.
Pertimbangan dalam implementasi tugas kinerja
·
Dapat mengunakan baik dalam penilaian maupun evaluasi
·
Memberi kesempatan kepada umumnya belajar untuk sukses
berpartisipasi dalam berbagai tingkat pristasi
·
Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara
mandiri seperti halnya dalam kelompok
kecil
·
Menyediakan cara yang memuaskan untuk menilai kemampuan
mealar
·
Harus dinilai dengan kriteria yang terdifinisikan secara
jelas
7.
Jurnal Tanggapan (Response Journal)
Pengertian teks tanggapan kritis adalah suatu bacaan yang berisi tentang gagasan/ide/pendapat
yang disampaikan secara individual mengenai suatu persoalan yang sedang
dihadapi. Persoalan tersebut muncul karena adanya perbedaan antara harapan dan
kenyataan. Kemudian individu akan berusaha mengkritik persoalan tersebut
berdasarkan fakta, data serta alasan yang bisa meyakinkan orang lain mengenai
pendapat yang disampaikan tersebut.
Menurut pendapat Ismet Basuki dan Hariyanto (2016:67) Jurnal tangapan adalah catatan pribadi siswa yang
merupakan tulisan hasil refleksi dalam menanggapi suatua bacaan pandangan
seseorang, mendenggarkan suatu hasil diskusi.
Penilaian inik sering kali dilaksanakan didalam pembelajaran sastra sebagai
bentuk tanggapan siswa telah membaca
buku atau mendengarkan suatu cerita. Pada hakekatnya jurnal tanggapan
memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk mencatat reflekksi, koneksi dan
pembelajaran baru dari apa yang telah didengarnya, ditulisnya, didiskusikan dan
dipikirkan. Contoh jurnal tanggapan ada 2 yaitu sebagai berikut, “jurnal entri ganda (double entry journal) maupun jurnal tanggapan peta karakter (character map) yang biasanya diterapkan dalam pembelajaran sastra” (Ismet
Basuki dan Hariyanto 2016:67).
a.
Tujuan jurnal tanggapan
·
Mencatat refleksi pribadi, hasil observasi dan penefsiran
pribadi
·
Dalam pembelajaran sastra, jurnal tanggapan mencatat
perasaan siswa, tanggapan-tanggapannya dan reaksinya setelah membaca buku teks
bacaan
b.
Karakteristik jurnal tanggapan
·
Memberikan waktu kepada siswa untuk merumuskan tanggapan
yang telah dipertimbangkannya dengan baik
·
Dapat berupa informasi faktual maupun maupun refleksi
personal dari siswa
·
Harus dilaksanakan dalam situasi yang bebas dari ancaman,
iklim yang terbuka, dengan mendorong siswa untuk berani mengambil resiko
·
Dapat menjadi pengantar pembentukan fokus bagi konferensi
antar guru dan siswa
·
Merupakan wahana komunikasi para guru, rekan sebaya, dan
orang tua
·
Dapat berupa pernyataan visul (misal karya seni, sketsa)
·
Dapat diterapkan diseluruh mata pelajaran
c.
Metode jurnal tanggapan
·
Guru menuliskan komentarnya dalam semagat dialogis dengan
mengajukan pertanyaan dan bertukar pemikiran
·
Menghargai sifat personal alamiah dari jurnal maupun
menghormati kebutuhan pembelajaran dalam hal privesi
d.
Pertimbangan dalam implementasi jurnal tanggapan
·
Jurnal tanggapan memberikan siswa kesempatan untuk
berfroses pada proses pemikiran reflektif
·
Jurnal tanggapan memungkinkan secara tepat menilai siswa
sesui dengan kriteria yang dilandasi pemilikiran mendalam yang ada hubungannya
dengan pemahaman dan pengalaman siswa
·
Siswa lebih leluasan mengungkapkan tanggapan atau pemikirannya,
tidak terlalu harus memperhatikan aspek pormal dari gaya tulisan maupun ketepan
pengunaan kaidah berbagasa
Contoh Penilaian Jurnal
Petunjuk
Bubukan tanda centang (√) pada aspek
yang diamati sesuai dengan hasil penilaiannya.
|
No |
Aspek |
Skor |
Keterangan |
||
|
3 |
2 |
1 |
|||
|
1. |
Judul |
Jelas = 3 Kurang jelas = 2, Tidak jelas = 1 |
|||
|
2. |
Abstrak |
Jelas = 3 Kurang jelas = 2, Tidak jelas = 1 |
|||
|
3. |
Pendahuluan |
Baik = 3 Cukup = 2 Kurang = 1 |
|||
|
4. |
Landasan Teori |
Tepat = 3 Kurang tepat = 2 Tidak tepat = 1 |
|||
|
5. |
Bahan |
Lengkap = 3 Kurang = 2 Tidak lengkap = 1 |
|||
|
6. |
Methode |
Tepat = 3 Kurang tepat = 2 Tidak tepat = 1 |
|||
|
7. |
Hasil |
Baik = 3 Cukup = 2 Kurang = 1 |
|||
|
8. |
Pembahasan |
Baik = 3 Cukup = 2 Kurang = 1 |
|||
|
9. |
Kesimpulan |
Baik = 3 Cukup = 2 Kurang = 1 |
|||
|
10 |
Daftar Pustaka |
Akurat = 3 Kurang = 2 Tidak akurat = 1 |
|||
|
Jumlah |
|||||
N = (Skor pencapaian : Skor maksimal) x 100
N = (Skor
pencapaian : 30 ) x 100
N = 30/30 x 100
N = 100
8.
Penilaian Diri (Self Assessment)
Proses Penilaian merupakan bagian dari rangkaian proses pembelajaran yang
khususnya dilakukan diakhir kegiatan pembelajaran. Format Penilaian Antar Teman
dan Format Penilaian Diri Sendiri yang saya bagikan ini termasuk pada Penilaian
Sikap (Afektif). Proses Penilaian memerlukan proses yang panjang dari mulai
Perencanaan, Pelaksanaan, sampai pada Pengolahan yang semuanya harus
terintegrasi dengan perencanaan pembelajaran. Penilaian Diri Sendiri dilakukan
dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan
dirinya berkaitan dengan kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran. Sedangkan
Penilaian Antar Teman dilakukan dengan cara meminta peserta didik untuk
mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya dalam berbagai hal. Untuk itu perlu
ada pedomanan penilaian antarteman yang memuat indikator prilaku yang dinilai.
Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian di mana peserta didik
diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan
tingkat pencapaian kompetisi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat
digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor.
”Penilaian diri adalah suatu proses yang mengambarkan cara para siswa
memperoleh informasi dan berefleksi mengenai pembelajaran sendiri” (Ismet
Basuki dan Hariyanto 2016:70).
Penilaian kompetensi kognitif di kelas, misalnya : peserta didik diminta
untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil
belajar dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian diri peserta didik
didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
Penilaian kompetensi afektif, misalnya: peserta didik dapat diminta untuk
membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu.
Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan
kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
Berkaitan dengan
penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik diminta untuk menilai
kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau
acuan yang telah disiapkan. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif
terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan penilaian
diri di kelas antara lain:
Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserat didik, karena ketika mereka
diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri, Peserta didik menyadari
kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus
melakukan penialain, harus melakukan intropeksi terhadap kekuatan dan kelemahan
yang dimilikinya, dan Dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta untuk
berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan
penilaian.
a.
Tujuan penilaian dari
·
Dapat digunakan untuk membantu siswa agar lebih
bertangung jawab dan merasa memiliki pembelajaran sendiri
·
Memberikan wawasan dan informasi yang mendorong siswa
membuat keputusan tentang pembelajaran dan membantu mereka menetapkan tujuan
pembelajaran sendiri
·
Berfokus pada proses maupun kepada produk pembelajaran
·
Membantu siswa melakukan kritik pada karyanya sendiri
·
Membantu siswa menghayati karakteristik untuk kriteria
dari karya siswa yang berkualitas tinggi
b.
Karakteristik dari penilaian diri
·
Meningkatkan perkembangan kemampuan metakognitif
(kemampuan untuk berefleksi secara kritis pada penalaranya sendiri)
·
Dapat berupa observasi introspektif, hasil dari penilaian
atau hasil tes
·
Termasuk juga survei sikap, inventori minat, dan jurnal
pribadi
·
Menyangkut pertanyaan-pertanyaan seperti; bagaimana saya
belajar dengan baik ?, bagaimana pertumbuhanku
·
Digunakan untuk menentukan apaka siswa mempercayai
kinerjanya sendiri terkait dengan kinerja aktual yang diamati oleh guru
c.
Metode penilaian sendiri
·
Guru memandu siswa dengan membantunya memahami bagai mana
cara berefleksi dalam pembelajaran
·
Guru menyediakan waktu dan kesempatan bagi siswa untuk
melakukan penilaian diri sendiri
·
Guru merancang pertanyaan-pertanyaan atau memilih
perangkat penilaian diri sendiri
·
Guru dapat mengunakan penilaian diri oleh siswa untuk
mengetahui perunahan atau pertumbuhan mengenai sikap pemahaman siswa.
d.
Pertimbangan dalam implementasi penilaian diri
·
Digunakan untuk membandingkan pandangan siswa dan guru
tentang kinerja yang diharapkan, dan kriteria dan evaluasi untuk melihat apakah
ada kemiripan pandangan-pandangan tersebut
·
Penilaian diri akan berkembang setahap demi setahap
setelah siswa mulai mengunakannya dalam kegiatan sehari-hari
·
Dapat membantu siswa dalam semua tingkat dengan kecakapan
untuk menyelesaikan pertumbuhan pribadinya dengan cara membandingkannya dengan
karya-karya terdahulu.
Contoh
Lembar Penilaian
Diri Siswa
Petunjuk :
·
Lembaran ini diisi oleh siswa untuk
menilai sikap spiritual dan sosial siswa.
·
Berilah skor yang sesuai pada kolom
skor dengan kriteria sebagai berikut.
1= apabila tidak pernah melakukan
2= apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
3= apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
4= apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
Nama Siswa :
…………
Kelas : …………
Hari/Tanggal Mengisi : …………
Topik : …………
Indikator
1.
Menghargai dan menghayati ajaran
agama yang dianutnya (spiritual).
2.
Memiliki sikap jujur, disiplin,
tanggung jawab, toleransi, gotong royong, sopan santun, dan percaya diri.
|
No |
Aspek
Penilaian Diri |
Skore |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1. |
Sikap = Spiritual |
||||
|
a. |
Berdoa sebelum dan sesudah
menjalankan sesuatu. |
||||
|
b. |
Memberi salam pada saat awal dan akhir
presentasi sesuai agama yang dianut. |
||||
|
c. |
Mengucapkan syukur ketika berhasil
mengerjakan sesuatu (misal : mengucapkan Alhamdulillah hi robbil ‘alamin) |
||||
|
2. |
Sikap = Jujur |
||||
|
a. |
Tidak menyontek dalam mengerjakan
tugas/ulangan |
||||
|
b. |
Tidak menjadi plagiat
(mengambil/menyalin tugas/pekerjaan teman lain tanpa menyebutkan nama teman
yang disalin tugas) |
||||
|
c. |
Membuat tugas/laporan berdasarkan
data atau informasi apa adanya |
||||
|
3. |
Sikap = Disiplin |
||||
|
a. |
Masuk kelas tepat waktu |
||||
|
b. |
Patuh pada tata tertib atau aturan
bersama/sekolah |
||||
|
c. |
Mengerjakan/mengumpulkan tugas
sesuai dengan waktu yang ditentukan |
||||
|
4. |
Sikap = Tanggung Jawab |
||||
|
a. |
Tidak menyalahkan/menuduh orang
lain tanpa bukti yang akurat |
||||
|
b. |
Mengembalikan barang yang dipinjam |
||||
|
c. |
Menepati janji yang telah
diucapkan |
||||
|
5. |
Sikap = Toleransi |
||||
|
a. |
Tidak mengganggu teman yang
berbeda pendapat |
||||
|
b. |
Menerima kesepakatan meskipun
berbeda dengan pendapatnya |
||||
|
c. |
Mampu dan mau bekerja sama dengan
siapa pun yang memiliki keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan |
||||
|
6. |
Sikap = Gotong Royong |
||||
|
a. |
Aktif dalam bekerja bakti
membersihkan kelas atau sekolah |
||||
|
b. |
Kesediaan melakukan tugas sesuai
kesepakatan |
||||
|
c. |
Bersedia membantu orang lain tanpa
mengharap imbalan |
||||
|
7. |
Sikap = Sopan Santun |
||||
|
a. |
Menghormati orang yang lebih tua
(memanggil dengan nama) |
||||
|
b. |
Tidak berkata-kata kotor, kasar,
dan takabur |
||||
|
c. |
Bersikap 3S (salam, senyum, sapa) |
||||
|
8. |
Sikap = Percaya Diri |
||||
|
a. |
Berpendapat atau melakukan kegiatan
tanpa ragu-ragu |
||||
|
b. |
Mampu membuat keputusan dengan
cepat |
||||
|
c. |
Tidak mudah putus asa |
||||
Keterangan skor :
1 = Tidak Pernah
2 = Kadang-kadang
3 = Sering
4 = Selalu
Pengolahan Nilai :
Skor yang dicapai peserta didik dapat diolah menjadi nilai sebagai berikut.
N = (Skor pencapaian : Skor maksimal) x 100
9.
Portofolio
Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang peserta didik, sebagai hasil
pelaksanaan tugas kinerja yang ditentukan oleh guru atau oleh peserta didik
bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai
kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Jadi, tidak setiap kumpulan karya
seorang peserta didik disebut portofolio.
Portofolio digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu
komponen dari instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi peserta didik, atau
menilai hasil belajar peserta didik.
Sebagai instrumen penilaian, portofotio; difokuskan pada (dokumen tentang
kerja siswa yang produktif, yaitu ‘bukti’ tentang apa yang dapat dilakukan oleh
siswa, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan (dijawab atau dipecahkan) oleh
siswa. Bagi guru, portofolio menyajikan wawasan tentang banyak segi
perkembangan siswa dalam belajarnya: cara berpikirnya, pemahamannya atas
pelajaran yang bersangkutan, kemampuannya mengungkapkan gagasan-gagasannya, sikapnya terhadap mata
pelajaran yang bersangkutan, dan sebagainya.
Terdapat beberapa macam portofolio. Dalam kesenian misalnya, portofolio
berarti kumpulan hasil karya terbaik dari seorang seniman yang sengaja diadakan
untuk keperluan galeri pameran. Dalam dunia pendidikan portofolio adalah
kumpulan hasil karya seorang siswa sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja yang
ditentukan guru atau oleh siswa bersama guru. Portofolio dalam pendidikan
adalah bagian dari usaha dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi
yang ditentukan dalam kurikulum. Sehingga tidak setiap kumpulan karya siswa
disebut sebagai portofolio.
Menurut pendapat dari Arnie Fajar (2009:90) “portopolio dapat diartikan
sebagai suatu koleksi yang di khususkan dari pekerjaan peserta didik yang
mengalami perkembangan yang memungkinkan peserta didik dan pendidik dapat
menentukan kemajuan yang suda dicapai oleh peserta didik”
Penilaian Portofolio dapat diartikan sebagai suatu wujud benda fisik,
sebagai suatu proses sosial pedagogis, maupun sebagai ajektif. Sebagai suatu
wujud benda fisik portofolio adalah bundel, yaitu kumpulan atau dokumentasi
hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundel. Portofolio siswa
untuk penilaian atau assesmen portofolio merupakan kumpulan produksi siswa,
yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:
1.
Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa yang
disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis.
2.
Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka
melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan.
3.
Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata
pelajaran yang bersangkutan.
4.
Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah dalam mata
pelajaran yang bersangkutan.
5.
Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara
konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antar mata pelajaran.
6.
Penyelesaian soal-soal terbuka.
7.
Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan
cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang
berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya.
8.
Laporan kerja kelompok.
9.
Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat
rekam vidio, alat rekam audio dan computer.
10. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh
siswa yang bersangkutan.
11. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugaskan
oleh guru (atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran
yang bersangkutan).
12. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan.
13. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis,
atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang
bersangkutan.
Format Portofolio Asesmen
Mata pelajaran :IPS
Nama :Peserta
didik
No Absen :1
Petunjuk
Bubuhkan (
|
No |
Hari/tangal |
Kegiatan |
Alat |
Tanggapan |
Nilai |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|||||
|
1 |
Senin 12-08-2029 |
Membaca buku IPS |
|
Ekonomi Indonesia pada
tahun 2019 turun 0,9% |
|
|
|
|
|
2 |
Kamis 16-08-2029 |
Wawancara Tokoh masyarakat |
Tape recorder |
Pertama wawancara,
gugup tapi hasilnya memuaskan |
|
|
|
|
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
Asismen adalah suatu proses pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian
kinerja dan karya siswa serta bagaimana proses ia menghasilkan karya. Asesmen
adalah proses pengumpulan informasi tentang seorang yang akan digunakan dengan
anak tersebut. Tujuan atau fungsi utama
dari suatu asesmen adalah untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan
sebagai bahan pertimbangan dan merencanakan program pembelajaran.
Komponen-komponen asesmen dalam makalah ini adalah Presentasi Kelas,
Pameran/Demonstrasi, Wawancara, Observasi, Tugas Kinerja, Jurnal Tangapan,
Penilaian Diri, dan Portofolio.
B.
Saran
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan yang disebabkan
keterbatasan ilmu dan sumber yang mendukung dalam penulisan makalah ini. Untuk
itu penulis mengharapkan saran dan kritikan yang berkenaan tentang asesmen
nontes sehinggah kita semua bisa memahami asesmen non tes.
Daftar Pustaka
Basuku. I dan Hariyanto.
2016. Asesmen pembelajaran. PT Remaja
Rosdakarya
Fajar Arnie. 2009. Portofolio Dalam Pembelajaran IPS. PT
Remaja Rosdakarya
Komentar
Posting Komentar